www.Dr-RonnySucahyo.com

Gunung Hermon (Mazmur 133)

Gunung Hermon atau Bukit Hermon adalah salah satu destinasi favorit saya karena kami bisa sedikit bermain adrenalin dengan naik “kursi terbang”. Kami pernah naik cable car di China, Korea dll, tapi yang ini adalah “kursi”, dengan pelindung hanyalah besi di depan dada kami.

Keseruan dimulai begitu kursi ini membawa kami melayang.  Hawa yang sejuk, dan memori tentang Mazmur 133 membuat hati kami bersukacita. Saya sempat menyanyi lagu “Sungguh Alangkah Baiknya” sambil menahan kuatir HP yang dipegang istri akan terlepas dan jatuh. (videonya klik disini).

Puji Tuhan HP aman dan kami tiba di sebrang dengan aman.  Keseruan berikutnya adalah ternyata kursi terbang ini tidak berhenti untuk menunggu kami turun dari kursi ketika kami sampai di tujuan. Kursi ini tetap bergerak, sehingga kami harus melompat turun.

Papi saya yang sudah berusia 70 tahun dan cukup gemuk (169cm 90kg) sampai terbentur kursi terbang ini ketika melompat turun.

Berikut ini adalah foto papi dan mami tercinta. Ada kemuliaan Tuhan di wajah mereka.

Pemandangan di sana sih biasa saja (mungkin kalau sedang tertutup salju bisa lebih bagus karena putih semua), tetapi walaupun pemandangan tidak istimewa,  ini Gunung Hermon, loh! ada di Alkitab!

Foto saya dan istri berikut diambil oleh Monica, calon istri keponakan saya Jonathan Rio, ketika kami menjelang mendarat.

Video berikut adalah sharing saya selama naik di kursi terbang, seru, jangan lewatkan untuk menyaksikannya.

Jika suatu saat kelak Anda ke Gunung Hermon, pastikan Anda naik kursi terbang ini. Gbu!

Dr.Ronny Sucahyo

 

Leave a Reply