www.Dr-RonnySucahyo.com

Akrasia

Setiap dari kita mengalami pengalaman ‘tau/merasa sangat harus melakukan sesuatu, tetapi kita tidak melakukannya’. Istilah itu pengalaman itu disebut Akrasia.

Akrasia adalah sebuah problem tua yang didiskusikan sejak jaman Socrates, Plato dan Aristotle.  Akrasia berasal dari bahasa Yunani ακρασια (dibaca: ah-KRAH-Si-Ah) yang bisa diartikan ‘lacking command over oneself’.

Akrasia mirip dengan procrastination (penundaan), tetapi bukan.   Procrastination adalah ketika Anda sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu tetapi Anda menundanya tanpa keputusan kapan tepatnya Anda akan melakukannya.  Ketika Anda punya agenda “saya harus membayar tagihan kartu kredit”, tetapi Anda malah main game, belanja dan hal-hal lain, itu procrastination.

Akrasia adalah sesuatu yang lebih dalam.  Sebuah general feeling bahwa Anda ‘seharusnya’ melakukannya tetapi tidak memutuskan untuk melakukannya.  Perasaan “seharusnya’ ini akhirnya tidak mengarah pada tindakan nyata, bahkan walaupun tindakan nyata itu ada dalam ketertarikan terbesar Anda.

Rumit kah?  Oke, saya akan mencoba menjelaskan jauh lebih sederhana.

Banyak orang mengalami Akrasia ketika mereka mempertimbangkan untuk mengubah habit mereka. Misalnya “aku seharusnya berhenti merokok’, atau “aku seharusnya mengambil sesi terapi untuk problem ku ini..”

Perasaan “seharusnya” ini mengikat Anda, memenuhi pikiran Anda, tetapi tidak pernah membuat Anda mengambil tindakan, dan akhirnya menghasilkan frustasi yang luar biasa!

Situasi Acratic lainnya:

  • Ngemil vs Diet
  • Nge-Game vs Nge-Gym
  • Mantan pacar yang layak dipecat vs Moving On
  • Cuma bermimpi memulai bisnis baru vs Memulai test menjalankannya

 

Dr. Ronny Sucahyo

Note: Artikel ini juga pernah saya post di http://www.topendology.com/2016/10/13/akrasia/

Leave a Reply