www.Dr-RonnySucahyo.com

Alter Ego

Alter Ego, dalam bahasa yunani “allos ego” yang artinya, “a second self, a trusted friend, the other I” atau dalam bahasa Indonesia, “Diri saya yang kedua ”, adalah ‘kepribadian kedua’ yang sangat berbeda dengan kepribadian asli seseorang. Seseorang yang memiliki alter ego, diam-diam memiliki kehidupan ganda.
Mungkin Anda sendiri memiliki alter ego. Di rumah, Anda menjadi seorang yang nice, sopan, overall terlihat sebagai a good man or a good woman. Tetapi ternyata Anda memiliki karakter yang sangat berbeda ketika Anda berada di komunitas yang lain. Mungkin disana Anda menjadi cerewet, berani melanggar aturan dan benar-benar punya image seseorang yang bandel. Singkatnya, Anda menjalani kehidupan ganda.

Apakah orang-orang yang memiliki Alter ego sama dengan memiliki kepribadian ganda? Tidak sama. Alter ego adalah tentang kehidupan ganda. Mungkin dia dibentuk di sebuah system keluarga atau lingkungan yang sangat religius, sehingga jiwa kreatifnya terpenjara dengan kata “ini itu berdosa”. Mungkin dia tinggal dilingkungan militer yang serba keras dan disiplin sedangkan jiwanya lembut dan sensitif. Mungkin dia tinggal dikeluarga miskin sementara mimpinya sangat besar. Mungkin dia tinggal di keluarga pejabat yang menghalanginya bergaul dengan rakyat jelata. Mungkin dia ingin mencoba mengganti warna rambut, tetapi system keluarga tidak memungkinkan. Mungkin dia ingin tahu rasanya bir atau vodka, tetapi dia akan terlihat berdosa. Begitu dia memiliki space nya sendiri, mampu menghasilkan uang buat dirinya sendiri, dia mulai menciptakan dirinya yang lain. Dia mulai masuk ke komunitas-komunitas baru, untuk membuat alter ego nya exist.

Well, when alter ego baby itu sudah mulai lahir, bayi ini harus diberi makan. Dia harus masuk ke komunitas baru, noone knew his/her original life, dia mulai memperkenalkan dirinya yang baru, berbicara dengan cara yang baru, bertindak dengan cara yang baru, berteman dengan orang-orang yang baru. New Inner Circle..
Saya mengenal cukup banyak kawan dan beberapa ex-pasien yang memiliki alter ego. Dari merekalah saya tahu banyak apa yang mereka alami, apa yang mereka pertaruhkan, apa yang menggelisahkan mereka, dan bagaimana setiap keputusan demi keputusan yang mereka ambil mempengaruhi mata rantai kehidupan mereka.

Salah seorang ex-pasien saya mengijinkan saya menceritakan kisahnya ini untuk Anda. Kota dan detil asli saya samarkan. Seorang pria yang sangat dibanggakan keluarganya, pengusaha sukses. Istrinya tahu, pria ini tidak pernah menanggapi godaan wanita-wanita lain yang bahkan lebih cantik dan seksi dari istrinya.
Suatu hari dia menelpon saya dan berkata, “saya gelisah. saya mau mengakui sesuatu, bisa saya ketemu? satu atau dua sesi mungkin cukup..” katanya. Ternyata dia memiliki fetishism, ‘kelainan’ faktor pemicu gairah seks. Dia sangat suka mengajak tidur pembantu rumah tangga. Bahkan sudah puluhan pembantu rumah tangga dia tiduri! Wanita cantik wangi tidak mampu menggodanya. Tetapi pembantu rumah tangga yang -mohon maaf- masih kotor dari pekerjaan sehari-harinya, dia justru tergoda!

Bagaimana dengan Anda? Merasa baik-baik saja memiliki alter ego? Berhati-hatilah.. karena Anda sedang menuju kondisi terkena DID. Dissosiative Identity Disorder. Teringat kisah Dr.Jekyll And Mrs.Hyde? Kawan, punya alter ego itu tidak keren sama sekali. Mungkin komunitas baru Anda, treat you better. Anda merasa lebih nyaman dan diterima disana. Tetapi Anda sedang menciderai jiwa Anda sendiri. Akibatnya bisa fatal dan menghancurkan masa depan Anda. Ada solusi-solusi lain untuk menjadi diri Anda yang sesungguhnya, yang unik dan hebat, ketimbang menciptakan dan memelihara alter ego.
Oh ya, alter ego juga memiliki terjemahan “demonic self” atau “Sisi Setan dari diri seseorang”. Is it sound good? For me, no at all!

Dr. Ronny Sucahyo

Note: Artikel ini pernah saya muat di http://www.topendology.com/2016/10/13/alter-ego-menjalani-kehidupan-ganda/

Leave a Reply