www.Dr-RonnySucahyo.com

Kapasitas vs Performa

Indonesia saat ini sudah masuk 10 negara dengan penderita obesitas terbanyak. Sekitar 40 juta orang Indonesia mengalami obesitas dan dari data IDF, pada tahun 2015, 10 juta orang menderita diabetes.

Salah satu terapi yang dipandang efektif adalah bedah bariatrik, yaitu pengecilan dan bypass lambung.  Bahasa awamnya, lambung dipotong, kapasitasnya diperkecil.

Lambung sendiri bersifat elastis, bisa mengecil dan membesar. Contohnya ketika kita makan banyak, celana menjadi sempit karena lambung membesar. Setelah proses pencernaan, perut akan kembali ke ukuran normal. Jika makan porsi besar ini sesekali saja, lambung akan cepat kembali ke ukuran normalnya.

Akan tetapi jika makan porsi besar ini menjadi kebiasaan, lama kelamaan kapasitas lambung akan meningkat. Artinya ukuran lambungnya berubah permanen menjadi lebih besar dari sebelumnya, tidak kembali mengecil.  Salah satu efeknya, Anda menjadi gemuk.

Beberapa orang yang berusaha diet, mulai makan dengan porsi kecil.  Jika berhasil, dalam jangka waktu tertentu, lambung akan kembali mengecil.  Tapi ini proses yang tidak mudah, mengalami lapar dan bahaya penyakit asam lambung karena makan terlalu sedikit.   Terapi operasi bedah bariatrik mempersingkat proses pengecilan lambung ini langsung dari meja operasi.

Kapasitas dalam Hidup

Dari elastisitas ukuran lambung, kita bisa belajar tentang hidup ini.  Setiap kita memiliki kapasitas dalam berbagai bidang dengan nilai bervariasi. Mungkin kapasitas sebagai suami yang baik, kapasitas sebagai ayah yang baik, guru, pemimpin, pengusaha, dokter, pegawai, ibu rumah tangga, dan lain-lain termasuk kapasitas sebagai pelayan Tuhan. Kemampuan menulis,kemampuan menyanyi, kemampuan berkhotbah juga memiliki kapasitasnya.

Performa dalam Hidup

Jika ukuran lambung adalah kapasitas, jumlah yang kita makan dalam satu kesempatan bisa kita analogikan sebagai Performa.  Jika kapasitas lambung 2 piring sekali makan dan Anda makan 1,5 piring sekali makan, maka Performa Anda bisa dikatakan hampir menyentuh kapasitas maksimal Anda.

Jika kapasitas Anda dalam menyiapkan khotbah adalah bernilai 8, tetapi karena misalnya Anda malas, menunda-nunda, menganggap remeh, kurang perfectionist, atau sedang teralihkan oleh kesibukan yang lain, maka jika suatu ketika performa Anda dalam berkhotbah nilainya 7, itu adalah performa Anda di 1 kesempatan berkhotbah.

 

Kapasitas vs Performa.

Yang menarik adalah jika Performa bernilai 7 ini menjadi kebiasaan Anda, maka lambat laun, kapasitas Anda yang actual adalah 7, bukan lagi 8.  Yang menjadi tantangan adalah ‘memori’ bahwa Anda merasa kapasitas Anda adalah 8 karena memang Anda pernah di sana.  Banyak orang tidak mau mengakui bahwa sekarang kapasitasnya adalah 7, dan dia tetap memandang dirinya berkapasitas 8. Ini di satu sisi menyedihkan. Beberapa pendeta misalnya, ketika berkhotbah di acara khusus seperti Natal, Paskah, KKR, dia mempersiapkan diri jauh lebih baik dibanding khotbah ‘regular di hari Minggu.  Ini artinya sesekali performanya 8, tetapi secara actual kapasitasnya 7 tetapi dia merasa actual kapasitasnya 8 karena dia mampu perform di nilai 8.

 

Bagaimana Mempertahankan Kapasitas?

Kapasitas harus dipertahankan dengan performa yang konsisten di angka yang sesuai kapasitas Anda. Jika Anda ingin kapasitas Anda yang bernilai 8 itu stabil, maka performa Anda harus stabil di nilai 8.  Ini berarti Anda tidak boleh mengurangi kerja keras yang sudah menjadi standart Anda.  Jika dulu, persiapan khutbah 10 jam, maka khotbah kali ini juga harus 10 jam.  Jika dulu persiapan menjadi WL atau pemusik persiapannya 8 jam, maka yang kali ini juga tidak boleh kurang dari 8 jam.

 

Bagaimana Meningkatkan Kapasitas

Kapasitas bisa ditingkatkan dengan menambah kualitas persiapan dan performa Anda.  Selalu ada dua tahap ini, preparation and perform. Tidak mungkin Anda meningkatkan performa tanpa meningkatkan persiapan. Jika biasanya performa Anda adalah 8, Anda harus mengejar 9, dan ini sulit.  Artinya Anda harus menembus limit Anda.  Jika atap di rumah Anda tingginya 4 meter, Anda harus menembusnya untuk membuat atap yang baru.  Jika sebelumnya belajar 10 jam, sekarang mungkin harus 20 jam, karena formula menaikkan performa ini tidak matematis.  Bukan berarti jika biasanya persiapan 8 jam menghasilkan performa bernilai 8, lantas persiapan 9 jam menghasilkan performa bernilai 9, tidak begitu.   Kadang untuk meningkatkan 1 poin nilai performa saja, persiapan kita harus dua kali lipat lebih baik dari sebelumnya.

Ohya,  jangan lupa. Ini harus jadi standart baru, persiapan saya sekarang adalah 20 jam, bukan 10 jam seperti dulu. Saya meninggalkan “cara hidup saya yang lama” dan inilah cara hidup saya yang baru.  Challenging? indeed!

 

Dr. Ronny Sucahyo

 

Sumber:

  1. https://omni-hospitals.com/bedah-bariatrik-di-indonesia
  2. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/maag-asam-lambung/makan-sedikit-membuat-lambung-mengecil/

Leave a Reply