www.Dr-RonnySucahyo.com

Happy Birthday To Me! Refleksi Saya di Hari Ulang Tahun.

Kali ini ijinkan saya banyak cerita tentang diri saya, karena hari ini istimewa, Saya berulang tahun. Tanggal 31 Maret 2019, saya dan istri baru sampai rumah sekitar jam 21.30. Istri saya bertanya, “masih mau kerja kah?” ketika melihat saya menyalakan laptop.  Saya menjawab, “Ingin posting artikel singkat di hari ulang tahunku ini.  Ada ide ga artikel apa?” tanya saya.  “Tentang pencapaianmu boleh juga” jawab istri saya, membuat saya merenung sesaat.   Pencapaian saya?

Di Pendidikan, saya sudah selesai S3, sudah ada “Dr” di depan nama saya. Saya juga sedang mengejar S2 saya yang berikutnya dengan tujuan mencapai S3 berikutnya. Apakah itu sebuah “pencapaian?”

Saya ngerjain disertasi saya gak main-main. Mulai dari proses eksegesisnya, hermeneutic nya, metode penelitiannya (R&D dengan Mix Methodology) dan presentasi power pointnya.  Saya bangga dengan hasilnya, saya bersyukur dengan anugrah Tuhan yang luar biasa.

Tapi Saya pikir belum sempurna, karena saya belum mempublikasikan penemuan S3 saya menjadi buku yang berguna buat rekan-rekan S1 dan S2. Saya belum merasa menjadi “doktor” jika penemuan saya belum publish.  

Intisari dari gelar doktor adalah penemuan teori baru, sumbangsih nyata dalam dunia Pendidikan.  Doktor bukanlah gelar untuk gaya-gayaan, untuk dibangga-banggakan, duh malunya kalau jadi doktor tapi tidak berkarya!

Di pelayanan, Puji Tuhan, tugas kepercayaan terus mengalir untuk menyampaikan Firman Tuhan.  Setiap bulan pasti ada jadwal khotbah, dan “jam terbang” ini sangat membantu saya dalam memahami Firman Tuhan dan memahami homiletika.  Percayalah, seorang Doktor yang tidak punya jadwal mengajar dan khotbah, pelan-pelan ilmu teologianya akan menurun.  Satu, doktor itu bukan orang yang tahu segala hal.  Doktor itu “cuma” paling tahu titik kecil yang menjadi disertasinya. Selain itu, dia juga butuh terus membaca buku dan jam terbang mengajar atau berkhotbah.   Jadi apakah, jadwal khotbah yang terus mengalir ini sebuah pencapaian?  tergantung sudut pandang Anda.  Bagi saya, ini tanggung jawab, sudah lulus (diberkati kelulusan), ya jadi berkat dong. Pengetahuannya harus di bagikan pada mahasiswa dan jemaat.

Pada tahap berikutnya, saya pikir “pencapaian” yang saya pikir sedikit demi sedikit mulai saya ‘capai’ ada 3:

  1. Makin mengenal istri saya. Ini luar biasa. Ada perasaan syukur luar biasa ketika saya makin memahaminya.
  2. Makin mengenal Allah yang saya sembah.  Saya masih jauh dari mengenal Allah, tetapi sedikit demi sedikit, saya makin mengerti.
  3. Saya makin mengenal siapa saya. Apa panggilan Tuhan dalam hidup saya, apa potensi terbesar saya, dan di area mana tempat saya yang seharusnya. Dulu saya pikir tempat saya adalah di deretan pemusik dan WL, karena Tuhan pernah membawa saya rekaman album rohani dan album solo.  Kemudian saya pikir tempat saya adalah di kelas sebagai dosen, karena saya sudah menulis 11 buku. Tapi ternyata bukan. Apa yang dibukakanNya untuk saya, sungguh tidak pernah terpikirkan. Mungkin seperti sedikit terlambat, baru sekarang menyadari potensi terbesar saya, tetapi percayalah, ini tidak terlambat untuk seorang Polymath.

 

Saya berharap Anda juga sudah menemukan “tempat Anda seharusnya” sesuai desain Tuhan untuk Anda.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca refleksi pribadi saya di hari ulang tahun saya.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Dr. Ronny Sucahyo

 

 

 

Leave a Reply