www.Dr-RonnySucahyo.com

Logical Fallacy Series – Beethoven Fallacy

Logical Fallacy – Beethoven Fallacy.

Beethoven Fallacy merupakan salah satu bentuk dari Logical Fallacy. Beethoven fallacy adalah argument retoris yang kadang-kadang digunakan oleh para pendukung “pro-kehidupan” dalam diskusi aborsi.

Saya sendiri pendukung kehidupan dan saya tidak menyetujui aborsi kecuali kehamilan itu membahayakan nyawa sang Ibu. Ada kasus-kasus yang membuat kita terpaksa menyetujui aborsi, demi menyelamatkan nyawa sang Ibu. Tetapi inti dari tulisan saya kali ini bukan tentang aborsi, tetapi tentang Fallacy.

Wikipedia memuat tiga pengertian fallacy: (1) Keyakinan yang salah, terutama yang didasarkan pada argumen yang tidak sehat. (2) Kegagalan dalam penalaran yang membuat argumen tidak valid. (3) Alasan yang salah; argumen menyesatkan atau tidak sehat.

Berikut ini adalah diskusi hipotetis seperti yang dijelaskan dalam The God Delusion, karya Richard Dawkins:

Dokter 1: Tentang mengakhiri kehamilan, saya ingin pendapat Anda. Sang ayah menderita sifilis, sang ibu menderita TBC. Dari empat anak yang lahir, yang pertama buta, yang kedua meninggal, dan yang ketiga tuli dan bisu, yang keempat juga TB. Apa yang akan kamu lakukan?

Dokter 2: Saya akan menghentikan kehamilan.

Dokter 1: Maka Anda akan membunuh Beethoven.

Argumen Dokter 1 tersebut disebut dengan Beethoven Fallacy. Bagaimana dengan diskusi hipotesis yang satu ini:

Dokter 2: Oh, menurut Anda Saya akan membunuh Beethoven? Oke, Saya ingin pendapat Anda tentang kasus ini. Sang ibu sudah memiliki tiga anak. Dua yang pertama meninggal karena difteri, dan anak ketiganya juga meninggal dalam setahun. Nah, sekarang dia hamil karena hubungan terlarang dengan sepupunya sendiri. Apakah Anda merekomendasikan dia melakukan aborsi?

Dokter 1: Tidak. Dia harus melahirkan bayi itu. Bayi itu bisa menjadi genius berikutnya seperti Beethoven, atau seorang dokter yang akan menemukan cara menyembuhkan AIDS.

Dokter 2: Oh, sayangnya tidak. Bayi itu setelah dewasa menjadi pria yang sangat kejam. Dia membunuh enam juta orang Yahudi dan sekitar enam juta orang lain yang tidak dia sukai. Dia juga menyebangkan perang berdarah yang Panjang. Namanya adalah Hitler.

Beethoven Fallacy terkadang dilakukan oleh public speaker demi memperkuat ide atau argumennya. Sayangnya, Fallacy is fallacy. Jika Anda menggunakannya, Anda sedang tersesat. Pendengar yang bodoh akan menelan saja semua fallacy karena mereka tidak punya kemampuan untuk berpikir logis. Tetapi pendengar yang cerdas dan kritis akan langsung menangkap kesesatan ini.

 

Dr. Ronny Sucahyo

Leave a Reply